Manajemen Radiologi, Pelatihan Radiologi 2024, Radiologi, Radiologi Rumah Sakit, Seminar Radiologi 2024

Radiologi Rumah Sakit – Radiologi – Manajemen Radiologi – Pelatihan Radiologi 2024 – Seminar Radiologi 2024

Radiologi Rumah Sakit

Pengertian Radiologi

Radiologi adalah bagian dari ilmu kedokteran yang mempelajari tentang teknologi pencitraan, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik guna memindai bagian dalam tubuh manusia untuk mendeteksi suatu penyakit.

Ruang Radiologi

Ruang radiologi yang digunakan untuk pemeriksaan radiologi pada umumnya terdiri atas beberapa bagian tergantung pada fungsi dan jumlah sarana yang dimiliki oleh unit layanan kesehatan tersebut. Beberapa contoh ruang radiologi yang umum dihadirkan di unit layanan kesehatan seperti, seperti ruang CT scan, ruang X-ray, ruang USG, ruang MRI dan lain-lain.

Dokter radiologi

Dokter radiologi adalah seorang ahli radiologi atau radiolog. Seorang ahli radiologi adalah dokter umum yang telah menempuh pendidikan spesialis radiologi selama 7 semester, untuk mendapatkan gelar dokter spesialis radiologi (Sp.Rad). Dokter radiologi akan membantu pasien dalam melakukan pemeriksaan radiologi dengan tujuan melihat apakah ada masalah kesehatan dalam tubuh pasien, agar dapat segera ditegakkan diagnosanya dan dapat diarahkan pada pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Peran ahli radiologi sangat penting dalam sektor kesehatan, karena keahliannya dibutuhkan untuk memberikan bantuan kepada pasien. Apabila ada masalah-masalah kesehatan atau kondisi medis lainnya yang berkaitan dengan pembedahan, kebidanan, perawatan pada penyakit kanker, pengobatan darurat, penyakit menular dan banyak yang lainnya.

Pemeriksaan radiologi

Radiologi Rumah Sakit

Pemeriksaan radiologi dilakukan oleh pasien dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pada saat datang ahli radiologi, pasien diharapkan membawa laporan dan info medis yang terkait dengan kondisi pasien, serta jangan lupa surat pengantar pemeriksaan radiologi dari dokter.
  2. Informasikan kondisi pasien pada dokter, jika pasien sedang mengalami kondisi medis lainnya atau mungkin sedang hamil. Agar ahli radiologi dapat menyesuaikan langkah yang tepat untuk pemeriksaan radiologi pasien.
  3. Saat pemeriksaan radiologi, pasien perlu memakai pakaian yang nyaman dan longgar, agar saat pemeriksaan radiologi baju yang dikenakan mudah untuk dibuka. Walau begitu, pasien tidak perlu khawatir karena beberapa rumah sakit akan menyediakan baju ganti khusus dalam pemeriksaan radiologi ini.
  4. Selanjutnya, pasien perlu melepaskan benda-benda yang menempel pada tubuhnya seperti jam tangan, kacamata, perhiasan. Hal ini dikarenakan benda-benda tersebut mengandung logam. Oleh karena itu, pastikan sebelum pemeriksaan radiologi dilakukan, paisen sudah melepaskan benda-benda bermuatan logam yang menempel di tubuhnya.
  5. Pastikan beberapa jam sebelum jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan oleh dokter dilakukan, pasien tidak mengonsumsi makanan atau minuman sebelumnya, hal ini dapat didiskusikan pula dengan dokter yang bersangkutan.
  6. Persiapan lainnya dapat pasien konsultasikan dengan dokter. Sebab pemeriksaan radiologi yang berbeda, dapat pula memiliki persiapan dan persyaratan yang berbeda.

Alat Radiologi

Alat radiologi yang digunakan untuk pemeriksaan adalah rontgen menggunakan sinar X, CT scan, USG atau ultrasonografi, MRI dan pemeriksaan nuklir. Pemeriksaan radiologi punya fungsinya masing-masing dalam mendeteksi penyakit, beberapa contoh kegunaan pemeriksaan radiologi seperti berikut ini:

  1. Rontgen sinar X: Kelainan pada paru-paru seperti pneumonia, bronkitis, kanker paru dan kelainan paru sejenisnya.
  2. CT Scan: Masalah pada tulang seperti patah tulang yang kompleks, tumor sendi, pergeseran tulang dan sendi.
  3. USG (ultrasonografi): Kelainan pada jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung, gagal jantung, gangguan otot jantung, penyakit katup jantung.
  4. MRI: Kelainan pada saraf dan otak seperti stroke, tumor, pendarahan otak, meningitis, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN MANAJEMEN RADIOLOGI RUMAH SAKIT KLIK DISINI

Pelatihan Radiologi Pelatihan Radiologi

Pelatihan Manajemen Radiologi, Pelatihan Manajemen Radiologi Rumah Sakit, Pelatihan Radiologi, Pelatihan Radiologi Rumah Sakit

Pelatihan Radiologi – Pelatihan Radiologi Rumah Sakit – Pelatihan Manajemen Radiologi Rumah Sakit

Pelatihan Radiologi

 Pelatihan Radiologi

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“MANAJEMEN RADIOLOGI RUMAH SAKIT “

Dengan Hormat,

Unit radiologi di rumah sakit merupakan hal yang wajib di sediakan, karena unit radiologi di rumah sakit mempunyai bagian yang sangat penting dalam mengayomi pelayanan radioterapi dan pelayanan radiodiagnostik . unit radiologi juga wajib memperhatikan efek radiasi tersebut kepada pasien di rumah sakit. Semua ini bisa di terapkan dalam rumah sakit apabila telah sesuai dengan petunjuk dan standar pengelolahan unit radiologi. Dengan memberikan pelayanan radiologi yang efektif, efesien, dan bermutu. Sesuai dengan kebutuhan di masyarakat baik yang ada di rumah sakit atau di luar rumah sakit. Untuk mendapatkan  hal tersebut rumah sakit sangat memerlukan manajemen tim yang bermutu untuk memberikan pelayan prima. Tentunya di dukung dengan sarana dan ruangan yang nyaman serta aman akan mempengaruhi sukses nya tim radiologi dalam memberikan pelayanan di rumah sakit.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari  MITRA DIKLAT bersama para Pakar dan Narasumber yang berkompeten akan mengadakan PELATIHAN KHUSUS : MANAJEMEN RADIOLOGI RUMAH SAKIT

TUJUAN

  1. Memahami konsep organisasi radiologi dan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta perihal pentingnya pengelolahan instalasi radiologi.
  2. Memahami Alat dan bahan radiologi, jenis dan fungsinya serta prosedur pemeliharaan, penyimpanan dan penggunaannya.
  3. Mengerti tentang adminstrasi teknis dan pelayanan pemeriksaan instalasi radiologi.
  4. Memahami prosedur dan teknik penyinaran dan pengukuran radiasi di rumah sakit.
  5. Menganalisa kebutuhan anggota dalam bidang instalasi radiologi.
  6. Memahami bagaimana proses monitoring dan evaluasi efektifitas sistem manajerial radiologi.

MATERI PELATIHAN RADIOLOGI

  1. Penjelasan Tentang Manajemen Radiologi.
  2. Sistem Manajemen Organisasi Yang Memenuhi Strandart Mutu.
  3. Persyaratan Keahlian Personil Dan Deskiripsi Pekerjaan.
  4. Manajemen Pelayanan Pasien: Loket Pendaftaran, Penerimaan Pasien, Kritik Dan Saran Dari Pelanggan.
  5. Manajemen Alat Dan Bahan Radiologi Ruang Lingkup: Penggunaan, Penyimpanan, Dan Pemeliharaan.
  6. Manajerial Penjadwalan Dan Pembagian Tugas Team Instalasi Radiologi Rumah Sakit.
  7. Manajemen Monitoring Bahaya Radiasi Pada System Radiologi Rumah Sakit.
  8. Manajemen Evaluasi Dan Laporan Instalasi Radiologi Pada Rumah Sakit.

METODE 

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Tanya Jawab

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang  Yogyakarta  a/n. MITRA DIKLAT
No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

JANUARIFEBRUARIMARET
08 – 1005 – 0707 – 09
18 – 2015 – 1714 – 16
25 – 2722 – 2421 – 23
APRILMEIJUNI
04 – 0606 – 0806 – 08
25 – 2716 – 1813 – 15
23 – 2527 – 29
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
04 – 0605 – 0705 – 07
18 – 2012 – 1416 – 18
25 – 2729 – 3126 – 28
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
07 – 0907 – 0905 – 07
17 – 1918 – 2016 – 18
28 – 3025 – 2726 – 28
Central Sterile Supply Department, CSSD, Pelatihan CSSD, Pelatihan CSSD 2024, Pelatihan CSSD Online

CSSD – Central Sterile Supply Department – Pelatihan CSSD – Pelatihan CSSD 2024 – Pelatihan CSSD Online

CSSDCentral Sterile Supply Department (CSSD) adalah sebuah unit yang bertanggung jawab atas pengelolaan, sterilisasi, dan distribusi peralatan medis dalam rumah sakit. Tugas utama CSSD adalah memastikan bahwa alat-alat medis yang digunakan untuk pasien benar-benar steril dan bebas dari mikroorganisme patogen.

Proses pencucian, sterilisasi, dan distribusi alat-alat medis sangat kritis dalam hal menjaga keamanan pasien di rumah sakit. Tanpa adanya CSSD yang berfungsi dengan baik, risiko terjadinya infeksi pada pasien akibat kontaminasi silang dari peralatan medis yang tidak steril akan meningkat. Oleh karena itu, CSSD sangat penting dalam memastikan bahwa segala perlengkapan medis dalam ruangan operasi atau kamar pasien telah benar-benar steril.

Di dalam CSSD, alat-alat medis yang telah terpakai dikumpulkan dan dibersihkan terlebih dahulu. Selanjutnya dibersihkan dengan cara sterilisasi (menggunakan suhu dan tekanan tertentu, atau bahan kimia sterilisasi tertentu, seperti gas etilen oksida). Setelah proses sterilisasi selesai, alat-alat medis tersebut dikirim ke ruang operasi atau kamar pasien. Proses sterilisasi sendiri akan diawasi oleh teknisi CSSD yang telah berpengalaman dan terlatih untuk mengoperasikan mesin sterilisasi, serta memastikan bahwa hasil sterilisasi telah memenuhi standar dan protokol yang berlaku.

Dalam ruang operasi atau kamar pasien, alat-alat medis tersebut akan kembali disterilkan dengan menggunakan metode tertentu sebelum digunakan kembali untuk pasien lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa alat-alat medis yang digunakan pada pasien telah benar-benar steril dan bebas dari risiko kontaminasi silang.

Peran CSSD dalam Rumah Sakit

Konsep dan peranan Central Sterile Supply Department telah berkembang. Dari hanya suatu departemen di rumah sakit menjadi koordinator dari suatu sistem kerja supply dan alat alat steril. Hal ini dapat dianalogikan seperti satu unit autoclave untuk sterilisasi menjadi sistem infection control di rumah sakit. Secara ideal, Central Sterile Supply Department adalah satu departemen yang independen dengan fasilitas untuk menerima,men desinfect, membersihkan, mengemas, men-steril, menyimpan dan mendistribusikan alat alat (baik yang dapat dipakai berulang kali dan alat sekali pakai), sesuai dengan standar prosedur. Beban kerja untuk Central Sterile Supply Department berbeda antara rumah sakit satu dibandingkan dengan rumah sakit lainnya.

Dengan Central Sterile Supply Department independent yang terpisah, dapat menghemat pengeluaran pembelian alat sterilisasi dengan memusatan peralatan di satu departemen. Hal ini juga memastikan bahwa proses steril akan diawasi oleh staff khusus dan berjalan sesuai dengan standar prosedur operasi (SOP).

CSSD memerlukan kemampuan teknis khusus, hal ini dapat diartikan bahwa departemen ini mengontrol semua kegiatan dan manajemen aset yang secara tidak langsung juga memengaruhi pembelian alat-alat operasi umum dan khusus serta inventaris lainnya. CSSD di satu rumah sakit mencerminkan satu layanan berkualitas yang langka. Bertambahnya jumlah penderita yang mengalami infeksi di rumah sakit (nosocomial infection), telah membuka mata akan pentingnya CSSD. Jika Central Sterile Supply Department tidak ada, maka ada kemungkinan peningkatan terjadinya infeksi nosocomial. Kemungkinan tersebut menyebabkan peningkatan angka kematian, peningkatan jangka waktu rawat inap dan pengeluaran dapat diturunkan dengan membangun CSSD yang baik.

Secara umum CSSD dilihat sebagai bagian penting dari sebuah Operating Theatre (OT) karena pengguna terbanyak dari alat-alat steril adalah OT. Tetap hal ini telah berubah, CSSD adalah bagian tak terpisahkan dari berbagai departemen seperti Out Patient Departemen, Dental, dll.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN CENTRAL STERILE SUPPLY DEPARTMENT KLIK DISINI

Pelatihan CSSD

Asuhan Kebidanan Persalinan Normal, Asuhan Persalinan Normal, Pelatihan APN 2023, Pelatihan APN Berapa, Pelatihan APN Berapa Hari, Pelatihan APN Dimana, Pelatihan APN Dokter, Pelatihan Apn Jogja, Pelatihan APN Online

Pelatihan APN – Asuhan Persalinan Normal – Pelatihan APN 2024 – Pelatihan APN Online – Pelatihan APN Dokter

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit/Pimpinan/Manajer, Dokter Spesialis Kandungan, Bidan/Perawat, Asisten Dokter Spesialis Kandungan, Dan Pihak-Pihak Terkait Lainnya.

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal oleh Mitra Diklat merupakan suatu Pelatihan tentang tindakan pencegahan yang mengakibatkan meningkatnya angka kematian yang di alami oleh ibu-ibu di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Seperti yang di lansir www.unicef.org .Setiap dua menit, di suatu tempat di dunia, seorang perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kemungkinan bayinya yang baru lahir untuk bertahan hidup sangat kecil. Pada setiap wanita yang meninggal, 20 sampai 30 menderita masalah yang signifikan dan kadang-kadang seumur hidup karena kehamilan mereka. oleh karena itu hal ini lah yang membuat para praktisi rumah sakit dan anggota tim medis berusaha untuk mengurangi kematian ibu di negara-negara berkembang khusus nya di Indonesia dengan akibat persalinan. Dan melakukan hal-hal yang efektif dalam rangka mengurangi kematian ibu dengan sebab persalinan. Oleh karena itu, kami sebagai Lembaga Pelatihan Mitra Diklat menyediakan Pelatihan APN untuk diikuti.

TUJUAN PELATIHAN APN

  1. Menambah Keahlian Dalam Berbagai Ketrampilan Terkait Dan Tindakan Yang Harus Dilakukan Dalam Persalinan
  2. Dapat Membentuk Tim Persalinan Yang Berkeahlian Dan Handal Dalam Pelaksanaan Persalinan
  3. Dapat Merealisasikan Hal Hal Yang Diperoleh Ketika Mengikuti Pelatihan
  4. Dapat Bertindak Dan Mengawasi Proses Persalinan

MATERI PELATIHAN APN

  1. Kala I Persalinan
  2. Kala II Persalinan
  3. Kala III Persalinan
  4. Pencegahan Infeksi
  5. Nifas (Puerperium)
  6. Robekan Perineum
  7. Partograf
  8. Partograf RSA
  9. Partograf Latihan
  10. Ceklis 60 Langkah APN
  11. Asuhan Pada Bayi Segera Setelah Lahir
  12. Resusitasi Neonatus

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Tanya Jawab
  4. Simulasi

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
22 – 24 JANUARI 2024 

19 – 21 FEBRUARI 2024

 

 

18 – 20 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 

22 – 24 APRIL 2024

 

 

20 – 22 MEI 2024

 

 

24 – 26 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 

22 – 24 JULI 2024

 

 

26 – 28 AGUSTUS 2024

 

 

23 – 25 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 

21 – 23 OKTOBER 2024

 

 

25 – 27 NOVEMBER 2024

 

 

 

16 – 18 DESEMBER 2024

 

 

Pelatihan Poned, Pelatihan PONED 2023, Pelatihan PONED 2024, Pelatihan PONED adalah, PONED, Poned Adalah

Pelatihan PONED – PONED Adalah – Pelatihan PONED Adalah – Pelatihan PONED 2023 – Pelatihan PONED 2024

Foto Bersama Pelatihan PONED

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENCY DASAR (PONED)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit dan Puskesmas/Pimpinan/Manajer, Perawat, Bidan, Dokter Rumah sakit & Tenaga Kesehatan, Anggota P2K3 Rumah Sakit (Klinik, Lab, RS), Seluruh Team Gawat Darurat Rumah Sakit & Terlibat Dalam PONED

Pelatihan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) ini dirancang untuk mempersiapkan petugas pelayanan kesehatan agar mampu melakukan pengelolaan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal Esensial Dasar di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Proses pelatihan disusun berdasarkan pengalaman sebelumnya dari para peserta, serta memanfaatkan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan kegiatan belajar dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Fokus pelatihan adalah bagaimana mereka mengerjakan, bukan hanya sekedar mengetahui, dan evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan kompetensi yang dicapai.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari MITRA DIKLAT bersama para Pakar dan Nara sumber yang berkompetenakan mengadakan PELATIHAN KHUSUS “PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED)”

TUJUAN

  1. Melaksanakan Prosedur Standar Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal Pada Tingkat Pelayanan Kesehatan Primer.
  2. Melakukan Pengambilan Keputusan Klinik Secara Tepat Dan Cepat Pada Kasus Dengan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal.
  3. Mengenali Dan Mengambil Keputusan Klinik Secara Benar Pada Kasus Kegawatdaruratan Tunggal Maupun Yang Terintegrasi.
  4. Mencegah Resiko Reproduksi Melalui Upaya Pencegahan, Promosi Kesehatan Dan Mempersiapkan Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal.
  5. Mempersiapkan Dan Melaksanakan Latihan Kegawatdaruratan Obstetri Dan Neonatal Secara Berkala Dalam Upaya Mempertahankan Keterampilan Dan Kewaspadaan Petugas Pelayanan Kesehatan Terhadap Situasi Dan Kondisi Kegawatdaruratan Yang Dapat Terjadi Setiap Saat.

MATERI

  1. Manajemen Poned
  2. Kebijakan Program Kesehatan dan Sistim Rujukan Pada Ibu dan Bayi Baru Lahir
  3. Pencegahan Infeksi pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir
  4. Tata Laksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas
  5. Surveilens Kematian Ibu
  6. Distosia Bahu
  7. Maternal Collapse
  8. Preeklamsia dan Hipertensi Dalam Kehamilan
  9. Perdarahan Pasca Salin
  10. Persalinan Bokong
  11. Strategi Pendekatan Risiko dan Sistem Rujukan
  12. Kegawatan Bayi Baru Lahir/ Neonatus di Beberapa Tingkat Pelayanan Neonatus
  13. Neonatal Resuscitation
  14. Nutrisi Parental pada Neonatus

METODE 

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Tanya Jawab

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
25 – 27 JANUARI 2024 

22 – 24 FEBRUARI 2024

 

 

21 – 23 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 

25 – 27 APRIL 2024

 

 

23 – 25 MEI 2024

 

 

27 – 29 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 

25 – 27 JULI 2024

 

 

29 – 31 AGUSTUS 2024

 

 

26 – 28 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 

24 – 26 OKTOBER 2024

 

 

28 – 30 NOVEMBER 2024

 

 

19 – 21 DESEMBER 2024

 

 

Jenis Triase, Pelatihan Triase, Pelatihan Triase 2024, Triase IGD, Triase Pasien

Jenis Triase – Triase Pasien – Triase IGD – Pelatihan Triase – Pelatihan Triase 2024

JENIS – JENIS TRIASE PASIEN

Jenis Triase

Triase atau triage merupakan suatu proses yang mana pasien digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatdaruratan pasien. Triase terdiri dari upaya klasifikasi kasus cedera secara cepat yang mengacu pada tingkat keparahan cedera pasien serta peluang peluang kelangsungan hidup pasien melalui intervensi medis yang tanggap. Sistem triase yang diterapkan pun harus menyesuaikan dengan sumber daya yang tersedia juga keahlian.

Dalam sistem triase, pasien yang datang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dikategorikan dalam 4 jenis warna. Jenis warna dalam triase pasien tersebut memiliki arti masing-masing serta mengacu pada kondisi pasien. Berikut penjelasan mengenai ke-4 warna atau kategori dari masing-masing warna tersebut:

Jenis Triase

1. Merah

Pasien prioritas pertama ditunjukan dengan warna merah dalam triase IGD. Pasien dengan triase warna merah membutuhkan penanganan medis secepat mungkin, karena biasanya pasien dengan triase warna ini berada dalam kondisi yang kritis dan dapat mengancam nyawa pasien.

Pasien dengan triase warna merah memiliki kemungkinan besar meninggal dunia bila tidak diberikan penanganan yang cepat. Contoh pasien dalam triase warna merah ini seperti pasien yang terkena serangan jantung, kesulitan bernapas, mengalami trauma kepala serius karena kecelakaan ataupun mengalami pendarahan yang luar yang serius.

2. Kuning

Pasien prioritas kedua setelah triase warna merah yang membutuhkan penanganan dengan segera adalah pasien dengan triase berwarna kuning. Pasien dengan triase berwarna kuning menjadi prioritas kedua, karena pasien masih dalam kondisi yang stabil sehingga masih dapat ditunda beberapa saat penanganannya. Walaupun pasien triase berwarna kuning tidak berada dalam kondisi yang kritis, namun masih perlu mendapatkan penanganan medis yang cepat. Hal ini disebabkan karena kondisi pasien dengan triase kuning dapat memburuk dengan cepat serta berpotensi menimbulkan kecacaran atau kerusakan organ.

Pasien dengan triase berwarna kuning antara lain, luka bakar derajat tinggi, pasien patah tulang di beberapa tempat karena jatuh dari ketinggian ataupun trauma kepala ringan.

3. Hijau

Pasien prioritas ketika adalah pasien dengan triase berwarna hijau. Pasien dengan triase warna hijau ini membutuhkan penanganan rumah sakit namun masih dapat ditunda bahkan hingga 30 menit. Pasien pada triase berwarna hijau ini akan segera mendapatkan penanganan setelah tenaga medis selesai menangani pasien yang lebih darurat (pasien dengan triase merah dan kuning).

Pasien dalam kategori ini umumnya adalah pasien yang mengalami cedera, namun masih sadar dan dapat berjalan seperti biasanya. Misalnya pasien yang mengalami luka bakar derajat ringan, patah tulang ringan ataupun luka ringan.

4. Hitam

Pasien dengan kode atau triase berwarna hitam mengartikan bahwa kondisi pasien sangat kritis namun sulit untuk diselamatkan nyawanya. Walaupun mendapatkan penanganan secepat mungkin, pasien akan tetap meninggal dunia.

Pasien dengan triase seperti ini umumnya pasien yang mengalami cedera yang sangat parah hingga sulit bernapas ataupun pasien yang telah kehilangan banyak darah akibat luka tembak.

Penjelasan mengenai triase pasien tersebut, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta pengetahuan baru seputar dunia medis agar dapat lebih mengerti bila penanganan ataupun pengobatan terkesan tertunda atau tenaga medis lebih mendahulukan pasien dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN TRIASE KLIK DISINI

Pelatihan Triase Rumah Sakit Pelatihan Triase Rumah Sakit Pelatihan Triase Rumah Sakit Pelatihan Triase Rumah Sakit

Pelatihan PONEK, Pelatihan PONEK 2023, Pelatihan Ponek 2024, Pelatihan PONEK adalah, PONEK, Ponek Rumah Sakit

PONEK – Ponek Rumah Sakit – Pelatihan PONEK – Pelatihan Ponek 2023 – Pelatihan PONEK 2024

Pelatihan PONEK

Pelatihan PONEK

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

 PELATIHAN KHUSUS
“PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENCY KOMPREHENSIF (PONEK)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit dan Puskesmas/Pimpinan/Manajer, Perawat, Bidan, Dokter Rumah sakit & Tenaga Kesehatan, Anggota P2K3 Rumah Sakit
, Seluruh Team Gawat Darurat Rumah Sakit & Terlibat Dalam PONEK Rumah Sakit

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif atau PONEK adalah layanan yang disediakan untuk menangani pasien ibu hamil yang akan melangsungkan persalinan dengan status gawat darurat.

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS), di dalamnya terdapat 4 pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi yang bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat-darurat-obstetrik dan komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang bertujuan meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

TUJUAN 

Tujuan Umum :
Pelatihan Ini Dimaksudkan Untuk Membantu Rumah Sakit Dalam Menyiapkan SDM Yang Kompeten Dalam Memberikan Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal Secara Komprehensif Serta Mendayagunakan Rumahsakit Sebagai Pusat Rujukan Pelayanan Ibu Dan Anak. Pelatihan Ponek

Tujuan Khusus :
Secara Khusus Pelatihan Ini Dimaksudkan Untuk Memberikan Atau Meningkatkan Kompetensi Dokter, Bidan Dan Perawat Dalam Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal

MATERI

1. Surveilens Kematian Ibu
2. Distosia Bahu
3. Maternal Collapse
4. Preeklamsia dan Hipertensi Dalam Kehamilan
5. Perdarahan Pasca Salin
6. Persalinan Bokong
7. Strategi Pendekatan Risiko dan Sistem Rujukan
8.  Manajemen Ponek
9. Kebijakan Program Kesehatan dan Sistim Rujukan Pada Ibu dan Bayi Baru Lahir
10. Pencegahan Infeksi pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir
11. Tata Laksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas
12. Kegawatan Bayi Baru Lahir/ Neonatus di Beberapa Tingkat Pelayanan Neonatus
13. Neonatal Resuscitation
14. Nutrisi Parental pada Neonatus

METODE 

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Simulasi
  4.  Penyusunan Program

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
 

25 – 27 JANUARI 2024

 

22 – 24 FEBRUARI 2024

 

 

21 – 23 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 

25 – 27 APRIL 2024

 

 

23 – 25 MEI 2024

 

 

27 – 29 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 

25 – 27 JULI 2024

 

 

29 – 31 AGUSTUS 2024

 

 

26 – 28 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 

24 – 26 OKTOBER 2024

 

 

28 – 30 NOVEMBER 2024

 

 

19 – 21 DESEMBER 2024

 

 

Gambar yang berkaitan dengan pelatihan ponek:

 

Bank Darah, Bank Darah Rumah Sakit, BDRS, Pelatihan Bank Darah, Pelatihan BDRS

Bank Darah – Bank Darah Rumah Sakit – BDRS – Pelatihan Bank Darah – Pelatihan BDRS

PERAN BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS)

Bank Darah Rumah Sakit

Berdasarkan Permenkes No 83 Tahun 2014, pelayanan transfusi darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. Darah dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun. Pelayanan transfusi darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan transfusi darah yang aman, bermanfaat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran khususnya dalam teknologi pelayanan darah, pengelolaan komponen darah dan pemanfaatannya dalam pelayanan kesehatan harus memiliki landasan hukum sebagai konsekuensi asas negara berlandaskan hukum. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pelindungan kepada masyarakat, pelayanan darah hanya dilakukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan kewenangan, dan hanya dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi persyaratan. Hal ini diperlukan untuk mencegah timbulnya berbagai risiko terjadinya penularan penyakit. Baik bagi penerima pelayanan darah maupun bagi tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan maupun lingkungan sekitarnya.

Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah sudah dilakukan penyempurnaan untuk mengatur kebijakan dan aturan baru yang lebih mendalam untuk mengatur Unit Transfusi Darah (UTD), Bank Darah Rumah Sakit dan jejaring pelayanan transfusi darah.

Pelayanan Darah

Bank Darah Rumah Sakit

Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan tidak untuk tujuan komersial. Sehingga pelayanan kesehatan transfusi darah meliputi perencanaan dan pelestarian pendonor darah, penyedia darah, pendistribusi darah dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Di setiap rumah sakit wajib memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). BDRS adalah sebuah unit pelayanan di rumah sakit yang bertanggung jawab atas ketersediaannya darah untuk transfusi yang aman, berkualitas dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya (Permenkes 83 / 2014, BAB III Pasal 40). BDRS merupakan unit pelayanan yang ditetapkan oleh Direktur rumah sakit dan dapat menjadi bagian dari laboratorium di rumah sakit.

Saat ini Indonesia masih kekurangan 500 ribu kantong darah. Menurut WHO seharusnya kebutuhan minimal darah di Indonesia sebanyak 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 5,1 juta kantong/tahun. Faktanya saat ini baru tersedia 4,5 juta kantong dari 3,05 juta donor. Berdasarkan hal tersebut, Menkes Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp. M(K) berharap masyakarat semakin banyak terlibat dan menjadi pendonor. Karena itu PMI senantiasa melakukan kegiatan donor darah sesering mungkin dengan melibatkan semua unsur lapisan masyarakat.

Dengan sudah diberlakukannya Permenkes 83/2014 itu maka peran rumah sakit yang memiliki BDRS semakin jelas. Khususnya dalam hal tugas dan tanggung jawab antara BDRS dengan UTD yang selama ini kurang jelas. Permenkes sudah ditekankan bahwa BDRS merupakan pelayanan rumah sakit yang terintegrasi dengan UTD yang memiliki tugas dan tanggung jawab jelas. Dengan didukung bangunan, sarana dan prasarana, peralatan dan ketenagaan yang jelas pula, termasuk kualifikasi SDM dan jobdesk-nya. Termasuk kuatnya jejaring pelayanan transfusi antara penyelenggara dengan dinas kesehatan yang selama ini ketentuan jejaring hanya pada instasi terkait tanpa melibatkan dinas kesehatan.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN BANK DARAH RUMAH SAKIT KLIK DISINI

Pelatihan BDRS Pelatihan BDRS

Pelatihan Bank Darah, Pelatihan Bank Darah 2024, Pelatihan Bank Darah Rumah Sakit, Pelatihan BDRS, Pelatihan BDRS 2024

Pelatihan Bank Darah – Pelatihan Bank Darah Rumah Sakit – Pelatihan BDRS – Pelatihan BDRS 2024 – Pelatihan Bank Darah 2024

Pelatihan Bank Darah

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“MANAJEMEN BANK DARAH RUMAH SAKIT”

Kepada Yth.
Direktur/ Wakil Direktur Rumah Sakit, Dokter di Bank Darah, Dokter Spesialis, Dokter IGD, Dokter di Kamar Bedah, Dokter di Ruangan, Kepala Instalasi Laboratorium, Analis di Laboratorium, Ka. Perawat dan Senior Perawat, Ka. Bangsal, Semua Pihak Yang Bertanggung Jawab Terhadap Pengelolaan Dan Manajemen Transfusi Darah Dirumah Sakit.

Pelayanan darah merupakan salah satu bagian dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan khususnya di Rumah Sakit. Ketersediaan darah yang aman, terjangkau, mudah diakses dan rasional sudah menjadi tuntutan yang perlu diwujudkan.

Pada Surat Keputusan Menkes No. 423 Tahun 2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan akses Pelayanan Darah, salah satu poinnya disebutkan bahwa seluruh rumah sakit harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) sebagai penunjang pelayanan darah dengan sistem distribusi tertutup. Kebijakan ini didukung dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Permenkes 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. Pada pelatihan ini akan membahas tentang manajemen secara keseluruhan dari bagaimana mendirikan BDRS, manajemen harian, troubleshooting, penggunaan klinis darah sampai perannya dalam akreditasi rumah sakit.

TUJUAN PELATIHAN BANK DARAH RUMAH SAKIT

  1. Memberikan Pemahaman Dan Pengetahuan Kepada Peserta Yang Terlibat Perihal Pentingnya Penanganan Dan Pengolahan Transfusi Darah Yang Benar Sesuai Dengan Standar Persyaratan Yang Berlaku
  2. Memberikan Pengetahuan Kepada Peserta Untuk Bisa Menjalankan Proses Transfusi Darah Yang Benar Sesuai Dengan Standar PMI Dan WHO
  3. Membantu Para Praktisi Rumah Sakit Untuk Menambah Skill Dan Pengetahuannya Terkait Dengan Manajemen Dan Tata Cara Proses Transfusi Darah Yang Benar Sesuai Dengan Standar Persyaratan Yang Telah Dikeluarkan Oleh PMI Dan WHO

MATERI PELATIHAN BANK DARAH RUMAH SAKIT

  1. Panduan Umum Dan Penjelasan Teknis “Clinical Use Of Blood” Yang Dikeluarkan Oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO
  2. Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah
  3. Permenkes 91 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah
  4. Panduan Umum Serta Persyaratan Dan Prosedur Usaha Transfusi Darah (UTD) PMI Di Indonesia
  5. Pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
  6. Penanganan, Manajemen Harian, Troubleshooting, Dan Penggunaan Klinis Darah
  7. Manajemen Pengelolaan Transfusi Darah
  8. Peran Manajemen Penggunaan Darah Dalam Akreditasi Rumah Sakit

METODE 

  1.  Ceramah
  2.  Diskusi
  3.  Tanya Jawab

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  5.500.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  4.500.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

JANUARIFEBRUARIMARET
08 – 1005 – 0707 – 09
18 – 2015 – 1714 – 16
25 – 2722 – 2421 – 23
APRILMEIJUNI
04 – 0606 – 0806 – 08
25 – 2716 – 1813 – 15
23 – 2527 – 29
JULIAGUSTUSSEPTEMBER
04 – 0605 – 0705 – 07
18 – 2012 – 1416 – 18
25 – 2729 – 3126 – 28
OKTOBERNOVEMBERDESEMBER
07 – 0907 – 0905 – 07
17 – 1918 – 2016 – 18
28 – 3025 – 2726 – 28
Manajemen Rawat Inap, Manajemen Ruang Rawat Inap, Pelatihan Manajemen Rawat Inap, Pelatihan Manajemen Ruang Rawat, Pelatihan Rawat Inap

Manajemen Rawat Inap – Manajemen Ruang Rawat Inap – Pelatihan Manajemen Rawat Inap – Pelatihan Manajemen Ruang Rawat – Pelatihan Rawat Inap

Manajemen Rawat Inap

Kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang akan dijaga oleh setiap orang. Pelayanan kesehatan yang disediakan oleh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit tentu saja menjadi salah satu yang dibutuhkan. Manajemen pelayanan pasien rawat inap adalah salah satu hal yang harus ditingkatkan di rumah sakit.

Dengan meningkatkannya, maka kepuasan pasien dan reputasi rumah sakit akan selalu berada di angka yang tinggi. Kepercayan pasien untuk datang pun akan semakin besar. Tentu saja hal ini juga bisa membantu mengubah cara orang memandang dan menghargai kesehatan sebagai hal yang penting dan tak boleh diabaikan.

Memaksimalkan Manajemen Pelayanan Pasien Rawat Inap dengan Tepat

Agar rumah sakit bisa memperkuat kepuasan pasien, tentu saja harus memberikan pelayanan yang terbaik, terutama pada pasien rawat inap. Manajemen pelayanan pasien rawat inap adalah salah satu hal yang harus diperhatikan.

Rawat inap adalah salah satu bentuk layanan perawatan yang diberikan oleh rumah sakit. Layanan ini adalah layanan yang membutuhkan tempat tidur untuk keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medik, serta penunjang medik lain untuk dilakukan. Setidaknya pasien tinggal dalam waktu satu hari di rumah sakit adalah maksud dari rawat inap.

Dalam manajemen rumah sakit, pelayanan rawat inap sangatlah penting, kualitas yang baik tentu saja akan membuat pasien merasa senang dan nyaman. Ruangan atau sering disebut unit rawat inap adalah fasilitas yang selalu berada dalam kondisi ramai digunakan. Bahkan tak jarang rumah sakit harus merujuk pasien karena penuhnya ruangan tersebut. Maka dari itu sangat penting meningkatkan manajemennya, agar pasien merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

Cara Tepat Meningkatkan Kualitas Manajemen Rawat Inap

Manajemen Rawat Inap

Terdapat empat hal yang harus diperhatikan ketika ingin meningkatkan kualitas manajemen rawat inap. Diantaranya adalah :

  1. Komitmen
    Terdapat sebuah aturan rawat inap yang harus ditaati oleh petugas maupun pengunjung dalam rawat inap. Membiarkan peraturan tersebut dilanggar seringkali menjadi masalah yang terjadi, apalagi jika merasa memiliki kekuasaan, seperti halnya pelanggaran jam besuk, hingga jumlah pengunjung yang masuk.
  2. Menyampaikan Informasi dengan Jelas
    Penyampaian informasi harus dijelaskan sejelas mungkin pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri pada saat pendaftaran rawat inap. Jelaskan poin – poin yang harus ditaati, dan coba pahamkan pada keluarga untuk menerima semua peraturan, agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya. Kecakapan petugas dalam memberikan informasi yang mudah dimengerti pada pasien dan keluarganya harus ditingkatkan. Apalagi jika itu menyangkut pelaksanaan tindakan tertentu. Jangan hanya memberikan informasi tanpa penjelasan, yang pasti akan menimbulkan kebingungan pasien dan keluarga.
  3. Menjalankan Tugas Sesuai dengan TUPOKSI
    Dalam meningkatkan manajemen rawat inap, sangat penting tugas dari kepala ruang yang kompeten sebagai manajer. Tugas dan fungsi dari setiap jabatan per individu di rumah sakit, haruslah dilakukan dengan tepat dan sesuai. Agar pengawasan kinerja jabatan di bawahnya bisa dilakukan dengan efektif. Hal ini juga sangat mendukung tercapainya peningkatan kepuasan pasien rawat inap.
  4. Membuat Laporan untuk Bahan Evaluasi
    Pemeriksaan rutin dan bentuk laporannya yang sistematik adalah cara lain dalam meningkatkan manajemen pelayanan pada pasien. Hal ini berfungsi untuk memberikan patokan tertentu agar lebih akurat dalam melakukan tindakan kedepannya. Sekecil apapun hal yang terjadi tidak boleh terlewatkan dalam proses penyembuhan pasien rawat inap dari awal hingga selesai.

Lebih lanjut terkait PELATIHAN MANAJEMEN RUANG RAWAT INAP KLIK DISINI