manajemen laboratorium puskesmas, Manajemen Laboratorium Rumah Sakit, Pelatihan Manajemen Laboratorium Di Yogyakarta, Pelatihan Manajemen Laboratorium RS, Pelatihan Manajemen Laboratorium Rumah Sakit

Manajemen Laboratorium di Rumah Sakit

Manajemen laboratorium

 

Manajemen laboratorium adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan juga mengambil data yang di butuhkan oleh laboratorium. Sebagai hal penting bagi rumah sakit pengelolaan laboratorium perlu di perhatikan. Menjalankan operasional laboratorium harus memperhatikan kualitas pelayanan. Dengan begitu, suatu pelayanan laboratorium bisa mencapai sasaran.

Seperti apa manajemen laboratorium yang baik ?

Setiap rumah sakit pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan pasien. Sebuah laboratorium dapat di kelola dengan baik bila berkaitan satu dengan lainnya. suatu manajemen laboratorium yang baik pasti memiliki sistem operasi yang baik, job description yang jelas, administrasi dan juga masih banyak lagi. Tidak hanya untuk pasien saja, manajemen laboratorium juga sangat bermanfaat untuk petugas. Fasilitas yang di berikan harus sesuai dengan standar umum. Dengan begitu, petugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Supaya pengelolaan manajemen laboratorium dapat berjalan optimal, anda perlu memperhatikan perangkat manajemen laboratorium diantaranya :

  • Tata ruang laboratorium
    Laboratorium rumah sakit harus di tata sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi dengan baik. karena tata ruang merupakan pusat aktivitas dalam laboratorium
  • Infrastruktur
    Infrastruktur laboratorium terdapat 2 hal penting. Pertama, sarana utama yakni lokasi laboratorium, konstruksi bangunan, tempat penyimpanan dan juga lain-lain. Kedua yaitu sarana pendukung seperti alat komunikasi, alat keselamatan kerja dan juga masih banyak lagi.
  • Alat yang berkualitas dan modern
    Setiap alat yang akan di operasikan harus dalam kondisi siap pakai. Teknologi alat juga perlu di sediakan yang terbaru dan juga lebih canggih
  • Administrasi laboratorium
    Administrasi ini meliputi segala kegiatan administrasi laboratorium seperti daftar-daftar kebutuhan laboratorium yang diperlukan.
  • Fasilitas pendanaan
    Tanpa adanya pendanaan yang cukup, proses kegiatan laboratorium tidak akan berjalan baik / mungkin tidak akan beroperasi. tentu, ini sangat mempengaruhi ketidaknyaman pasien

Lalu untuk sasaran program di dalam upaya guna meningkatkan mutu pelayanan laboratorium di rumah sakit adalah:

  • Meningkatkan kualitas laboratorium dengan pemilihan indikator yang baik
  • Meningkatkan moral di dalam kehidupan karyawan laboratorium
  • Menjamin keakuratan hasil pemeriksaan di laboratorium
  • Meningkatkan kepuasan dari pasien
  • Meningkatkan efisiensi dan juga efektivitas pelayanan laboratorium
  • Efisiensi penggunaan sumber daya yang dimiliki

 

Pelatihan Resusitasi, Pelatihan Resusitasi Juli 2021, Pelatihan Resusitasi Neonatus, PELATIHAN RESUSITASI NEONATUS 2023, Pelatihan Resusitasi Neonatus 2024

Pelayanan Resusitasi Neonatus

“Resusitasi Neonatus”

Sekitar 90% bayi baru lahir mengalami transisi dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin tanpa masalah. Dalam hal ini dapat memperkirakan sekitar 5-10% kelahiran memerlukan intervensi saat lahir berupa stimulasi taktil atau pembersihan jalan nafas, bantuan ventilasi. Dan sekitar 1% membutuhkan resusitasi lanjut berupa intubasi, kompresi dada, dan obat-obatan.

Tindakan resusitasi dimaknai sebagai bantuan memberikan usaha napas dan sirkulasi yang adekuat. Rekomendasi resusitasi di daerah dengan sumber daya terbatas dikenal sebagai gerakan ‘Helping Babies Breathe’(HBB). Dan berdasarkan penelitian retrospektif terbukti meningkatkan luaran perinatal. Penundaan bantuan napas meningkatkan morbiditas dan mortalitas neonatus sebesar 16% setiap 30 detik dan terjadinya efek sekunder yaitu bradikardia.

Pelatihan resusitasi neonatus (PRN) terancang untuk menolong sebagian kecil bayi baru lahir, walaupun presentasi bayi yang membutuhkan bantuan ini kecil, akan tetapi jumlah bayi yang sebenarnya membutuhkan adalah cukup banyak. Karena banyaknya persalianan, bayi yang tidak mendapat pertolongan yang baik mungkin akan mendapat masalah di kemudian hari bahkan sampai kematian. Maka di butuhkan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan handal dalam melakukan tindakan resusitasi.

Tujuan khusus Resusitasi Neonatus

  1. Menjelaskan dan mengidentifikasi tindakan pertama pada kondisi yang memerlukan resusitasi
  2. Mampu membuat penilaian primer dan penilaian sekunder pada tindakan resusitasi
  3. Mampu melakukan tindakan pertama dan merumuskan cara penanggulangan kondisi buruk untuk penyelamatan
  4. Mampu memberikan terapi farmakologi terkait resusitasi
  5. Mampu mengidentifikasi penyebab mayor dan minor dari kondisi perburukan
  6. Mampu menstabilkan penderita dengan resusitasi

Pelayanan resusitasi neonatus berarti sebagai bagian intervensi klinis pada pasien atau korban yg mengalami kejadian mengancam hidupnya, seperti henti jantung atau paru. Pada saat henti jantung atau paru, pemberian kompresi pada dada atau bantuan pernapasan. Oleh karena itu akan berdampak pada hidup atau matinya pasien, setidaknya menghindari kerusakan jaringan otak.

Maksud dan tujuan pelayanan Resusitasi Neonatus sangat penting untuk dapat memberikan pelayanan intervensi yang kritikal yaitu tersedianya dengan cepat peralatan medis terstandar, obat resusitasi, staf terlatih dgn baik untuk resusitasi. Bantuan hidup dasar harus melakukannya dengan secepatnya saat menegtahui ada tanda henti jantung-paru, dan proses pemberian bantuan hidup kurang dari 5 (lima) menit. Hal ini termasuk review terhadap pelaksanaan sebenarnya resusitasi atau terhadap simulasi pelatihan resusitasi di RS.

 

resusitasi neonatus