Asuhan Persalinan Normal, Asuhan Persalinan Normal (APN), Pelatihan Apn, Pelatihan APN 2024, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) 2024

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal
Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit/Pimpinan/Manajer, Dokter Spesialis Kandungan, Bidan/Perawat, Asisten Dokter Spesialis Kandungan, Dan Pihak-Pihak Terkait Lainnya.

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal oleh Mitra Diklat merupakan suatu Pelatihan tentang tindakan pencegahan yang mengakibatkan meningkatnya angka kematian yang di alami oleh ibu-ibu di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Seperti yang di lansir www.unicef.org .Setiap dua menit, di suatu tempat di dunia, seorang perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kemungkinan bayinya yang baru lahir untuk bertahan hidup sangat kecil. Pada setiap wanita yang meninggal, 20 sampai 30 menderita masalah yang signifikan dan kadang-kadang seumur hidup karena kehamilan mereka. oleh karena itu hal ini lah yang membuat para praktisi rumah sakit dan anggota tim medis berusaha untuk mengurangi kematian ibu di negara-negara berkembang khusus nya di Indonesia dengan akibat persalinan. Dan melakukan hal-hal yang efektif dalam rangka mengurangi kematian ibu dengan sebab persalinan. Oleh karena itu, kami sebagai Lembaga Pelatihan Mitra Diklat menyediakan Pelatihan APN untuk diikuti.

TUJUAN PELATIHAN APN

  1. Menambah Keahlian Dalam Berbagai Ketrampilan Terkait Dan Tindakan Yang Harus Dilakukan Dalam Persalinan
  2. Dapat Membentuk Tim Persalinan Yang Berkeahlian Dan Handal Dalam Pelaksanaan Persalinan
  3. Dapat Merealisasikan Hal Hal Yang Diperoleh Ketika Mengikuti Pelatihan
  4. Dapat Bertindak Dan Mengawasi Proses Persalinan

MATERI PELATIHAN APN

  1. Kala I Persalinan
  2. Kala II Persalinan
  3. Kala III Persalinan
  4. Pencegahan Infeksi
  5. Nifas (Puerperium)
  6. Robekan Perineum
  7. Partograf
  8. Partograf RSA
  9. Partograf Latihan
  10. Ceklis 60 Langkah APN
  11. Asuhan Pada Bayi Segera Setelah Lahir
  12. Resusitasi Neonatus

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Tanya Jawab
  4. Simulasi

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
22 – 24 JANUARI 202419 – 21 FEBRUARI 2024

 

18 – 20 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
22 – 24 APRIL 2024

 

20 – 22 MEI 2024

 

24 – 26 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
22 – 24 JULI 2024

 

26 – 28 AGUSTUS 2024

 

23 – 25 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
21 – 23 OKTOBER 2024

 

25 – 27 NOVEMBER 2024

 

16 – 18 DESEMBER 2024

 

Asuhan Kebidanan Persalinan Normal, Asuhan Persalinan Normal, Pelatihan APN 2023, Pelatihan APN Berapa, Pelatihan APN Berapa Hari, Pelatihan APN Dimana, Pelatihan APN Dokter, Pelatihan Apn Jogja, Pelatihan APN Online

Pelatihan APN – Asuhan Persalinan Normal – Pelatihan APN 2024 – Pelatihan APN Online – Pelatihan APN Dokter

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

PELATIHAN KHUSUS
“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit/Pimpinan/Manajer, Dokter Spesialis Kandungan, Bidan/Perawat, Asisten Dokter Spesialis Kandungan, Dan Pihak-Pihak Terkait Lainnya.

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal oleh Mitra Diklat merupakan suatu Pelatihan tentang tindakan pencegahan yang mengakibatkan meningkatnya angka kematian yang di alami oleh ibu-ibu di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Seperti yang di lansir www.unicef.org .Setiap dua menit, di suatu tempat di dunia, seorang perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kemungkinan bayinya yang baru lahir untuk bertahan hidup sangat kecil. Pada setiap wanita yang meninggal, 20 sampai 30 menderita masalah yang signifikan dan kadang-kadang seumur hidup karena kehamilan mereka. oleh karena itu hal ini lah yang membuat para praktisi rumah sakit dan anggota tim medis berusaha untuk mengurangi kematian ibu di negara-negara berkembang khusus nya di Indonesia dengan akibat persalinan. Dan melakukan hal-hal yang efektif dalam rangka mengurangi kematian ibu dengan sebab persalinan. Oleh karena itu, kami sebagai Lembaga Pelatihan Mitra Diklat menyediakan Pelatihan APN untuk diikuti.

TUJUAN PELATIHAN APN

  1. Menambah Keahlian Dalam Berbagai Ketrampilan Terkait Dan Tindakan Yang Harus Dilakukan Dalam Persalinan
  2. Dapat Membentuk Tim Persalinan Yang Berkeahlian Dan Handal Dalam Pelaksanaan Persalinan
  3. Dapat Merealisasikan Hal Hal Yang Diperoleh Ketika Mengikuti Pelatihan
  4. Dapat Bertindak Dan Mengawasi Proses Persalinan

MATERI PELATIHAN APN

  1. Kala I Persalinan
  2. Kala II Persalinan
  3. Kala III Persalinan
  4. Pencegahan Infeksi
  5. Nifas (Puerperium)
  6. Robekan Perineum
  7. Partograf
  8. Partograf RSA
  9. Partograf Latihan
  10. Ceklis 60 Langkah APN
  11. Asuhan Pada Bayi Segera Setelah Lahir
  12. Resusitasi Neonatus

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Tanya Jawab
  4. Simulasi

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
22 – 24 JANUARI 2024 

19 – 21 FEBRUARI 2024

 

 

18 – 20 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 

22 – 24 APRIL 2024

 

 

20 – 22 MEI 2024

 

 

24 – 26 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 

22 – 24 JULI 2024

 

 

26 – 28 AGUSTUS 2024

 

 

23 – 25 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 

21 – 23 OKTOBER 2024

 

 

25 – 27 NOVEMBER 2024

 

 

 

16 – 18 DESEMBER 2024

 

 

APN, APN Bidan, Asuhan Persalinan Normal, Pelatihan Apn, Pelatihan APN 2024

APN – Asuhan Persalinan Normal – APN Bidan – Pelatihan APN – Pelatihan APN 2024

APN (Asuhan persalinan normal) adalah tindakan melahirkan secara spontan tanpa intervensi alat, pada janin cukup bulan (37–42 minggu) dan presentasi belakang kepala janin. APN bertujuan agar komplikasi pada ibu maupun janin rendah saat persalinan. Asuhan persalinan normal adalah proses fisiologis yang alami, sehingga diindikasikan untuk semua wanita hamil kecuali ditemukan kontraindikasi.

Pedoman klinis yang harus diperhatikan dari asuhan persalinan normal dari kala I–IV adalah:

  • Kala I adalah mulai dari kontraksi uterus dan terjadi dilatasi serviks lengkap. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tanda vital ibu, denyut jantung janin, kontraksi uterus, dan pemeriksaan dala
  • Kala II dari pembukaan serviks lengkap hingga bayi lahir, asuhan persalinan normal terdiri dari membimbing ibu untuk mengejan dan membantu proses melahirkan kepala, bahu, ekstremitas, badan, dan tungkai bayi. Bila perlu dilakukan tindakan episiotomi
  • Kala III atau fase melahirkan plasenta, jika plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir maka dilakukan manual plasenta
  • Kala IV di mana persalinan sudah selesai, bila ditemukan robekan jalan lahir maka perlu dilakukan Pemantauan ibu setelah melahirkan dilanjutkan hingga 2 jam postpartum yang terdiri dari pemeriksaan tekanan darah, nadi, suhu, perdarahan pervaginam, dan kontraksi uterus. Termasuk juga tanda depresi postpartum
  • Asuhan persalinan normal bertujuan untuk menjaga proses persalinan normal berjalan tanpa komplikasi yang menyebabkan morbiditas maupun mortalitas pada ibu dan bayi.

Indikasi Asuhan Persalinan Normal (APN)

Indikasi asuhan persalinan normal adalah untuk hampir semua kehamilan tanpa kondisi penyulit, dengan tanda–tanda persalinan spontan. Persalinan merupakan proses fisiologis pada wanita hamil, sehingga hampir semua wanita hamil akan mengalami proses persalinan secara spontan.

Asuhan persalinan normal terjadi pada kehamilan dengan rentang usia kehamilan 37−42 minggu. Tanda persalinan spontan yang muncul adalah kontraksi uterus yang semakin sering dan lama, disertai dilatasi serviks dan keluar lendir darah dari jalan lahir.

Pada kehamilan dengan penyulit, seperti ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, atau postterm, persalinan dapat diusahakan pervagina. Persalinan postterm kadang membutuhkan induksi persalinan.

Sementara itu, persalinan normal pada ibu dengan riwayat sectio caesarea sebelumnya harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria vaginal birth after cesarean delivery (VBAC) di antaranya jika indikasi sectio caesarea sebelumnya adalah malpresentasi, fetal distress, dan distosia. Namun, dalam praktiknya, kondisi spesifik pada setiap kasus harus dipertimbangkan.

Lebih lanjut terkait informasi PELATIHAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL KLIK DISINI

Pelatihan APN Pelatihan APN

Pelatihan Apn, Pelatihan APN 2023, Pelatihan APN Bidan, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal – Bimtek APN 2023 – Pelatihan APN 2023 – Training Asuhan Persalinan Normal

Foto Bersama Pelatihan APN

MITRA DIKLAT (Konsultan dan Traning Center)

BIMTEK KHUSUS
“ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN)”

Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit/Pimpinan/Manajer, Dokter Spesialis Kandungan, Bidan/Perawat, Asisten Dokter Spesialis Kandungan, Dan Pihak-Pihak Terkait Lainnya.

Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) oleh Mitra Diklat merupakan suatu Pelatihan tentang tindakan pencegahan yang mengakibatkan meningkatnya angka kematian yang di alami oleh ibu-ibu di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Seperti yang di lansir www.unicef.org .Setiap dua menit, di suatu tempat di dunia, seorang perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kemungkinan bayinya yang baru lahir untuk bertahan hidup sangat kecil. Pada setiap wanita yang meninggal, 20 sampai 30 menderita masalah yang signifikan dan kadang-kadang seumur hidup karena kehamilan mereka. oleh karena itu hal ini lah yang membuat para praktisi rumah sakit dan anggota tim medis berusaha untuk mengurangi kematian ibu di negara-negara berkembang khusus nya di Indonesia dengan akibat persalinan. Dan melakukan hal-hal yang efektif dalam rangka mengurangi kematian ibu dengan sebab persalinan. Oleh karena itu, kami sebagai Lembaga Pelatihan menyediakan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal untuk diikuti.

TUJUAN 

  1. Menambah Keahlian Dalam Berbagai Ketrampilan Terkait Dan Tindakan Yang Harus Dilakukan Dalam Persalinan
  2. Dapat Membentuk Tim Persalinan Yang Berkeahlian Dan Handal Dalam Pelaksanaan Persalinan
  3. Dapat Merealisasikan Hal Hal Yang Diperoleh Ketika Mengikuti Pelatihan
  4. Dapat Bertindak Dan Mengawasi Proses Persalinan

MATERI
1. Kala I Persalinan
2. Kala II Persalinan
3. Kala III Persalinan
4. Kewaspadaan Isolasi
5. Nifas (Puerperium)
6. Robekan Perineum
7. Partograf
8. Partograf RSA
9. Partograf Latihan
10. Ceklis 60 Langkah APN
11. Asuhan Pada Bayi Segera Setelah Lahir
12. Resusitasi Neonatus

METODE

  1. Ceramah
  2. Diskusi
  3. Tanya Jawab
  4. Simulasi

BIAYA & FASILITAS

Paket  A               Rp  6.000.000,- /peserta
Menginap di Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
(1 kamar/peserta) selama 3 hari 2 malam, konsumsi (makan pagi, makan siang, makan malam), Coffee break 2 kali sehari, sertifikat, Training  kit,  foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

Paket  B                Rp  5.000.000,-/peserta
Tanpa Menginap di Hotel, Coffee break 2 kali sehari dengan makan siang di hotel  selama 2 hari. Training  kit, sertifikat, foto bersama dan sebuah tas eksklusif.

TEMPAT PENYELENGGARAAN:Hotel Grage Business Malioboro Yogyakarta
Jl. Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta

Telp/Fax : (0274) 4436844
WA : 081228859896 / 082324284296
E-mail : mitradiklat_konsultan@yahoo.co.id

Biaya Pelatihan ditransfer melalui Bank BNI Cabang Yogyakarta a/n. Mitra Diklat, No. Rek. : 0917-6800-53 atau dapat dibayar langsung pada saat registrasi.

Catatan :

  1. Batas konfirmasi pendaftaran 3 hari sebelum hari pelaksanaan
  2. MENERIMA PELATIHAN VIA ONLINE

JADWAL TAHUN 2024

BULAN JANUARIBULAN FEBRUARIBULAN MARET
 

22 – 24 JANUARI 2024

 

19 – 21 FEBRUARI 2024

 

 

18 – 20 MARET 2024

 

 

BULAN APRILBULAN MEIBULAN JUNI
 

22 – 24 APRIL 2024

 

 

20 – 22 MEI 2024

 

 

24 – 26 JUNI 2024

 

 

BULAN JULIBULAN AGUSTUSBULAN SEPTEMBER
 

22 – 24 JULI 2024

 

 

26 – 28 AGUSTUS 2024

 

 

23 – 25 SEPTEMBER 2024

 

 

BULAN OKTOBERBULAN NOVEMBERBULAN DESEMBER
 

21 – 23 OKTOBER 2024

 

 

25 – 27 NOVEMBER 2024

 

 

 

16 – 18 DESEMBER 2024

 

 

APN Bidan, APN Bidan Adalah, APN Bidan Terbaru, Pelatihan APN 2024, Pelatihan APN Bidan

APN Bidan – APN Bidan Adalah – APN Bidan Terbaru – Pelatihan APN Bidan – Pelatihan APN 2024

TEKNIK ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN Bidan)

APN Bidan adalah asuhan kebidanan pada persalinan normal yang mengacu kepada asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi lahir serta upaya pencegahan komplikasi

Teknik asuhan persalinan normal pada APN Bidan tidak ada yang khusus, karena persalinan terjadi secara spontan tanpa bantuan alat. Tenaga kesehatan (Bidan, Dokter, Perawat) membantu pasien yang akan melahirkan sesuai dengan tahap kala persalinan. Tenaga kesehatan harus memastikan asuhan persalinan normal terjadi secara bersih dan aman.

Persiapan Pasien

Asuhan persalinan normal yang dipersiapkan wanita hamil adalah pikiran dan mental yang positif, yaitu berkeyakinan bahwa melahirkan adalah proses normal dari seorang wanita. Wanita hamil yang siap melahirkan juga memerlukan asupan makanan dan cairan yang cukup.

Selain itu, yang juga penting bagi wanita yang hendak menjalani asuhan persalinan normal adalah mendapat dukungan emosional dari suami dan keluarga. Saat tanda persalinan telah muncul, maka pasien dipersiapkan pada posisi nyaman di tempat tidur di dalam ruang persalinan.

Peralatan

Peralatan yang diperlukan dalam tindakan asuhan persalinan normal secara keseluruhan terbagi untuk peralatan untuk persalinan dan peralatan untuk resusitasi bayi. Secara umum diperlukan sebuah ruang khusus untuk bersalin yang memiliki tirai pembatas antara pasien dan meja bersalin yang dapat membantu pasien dalam posisi setengah duduk dan litotomi.

Alat yang perlu disiapkan selama persalinan normal adalah:

  • Sarung tangan yang terdiri dari sarung tangan bersih, sarung tangan steril, dan sarung tangan panjang steril untuk manual plasenta
  • Apron panjang dan sepatu boot
  • Kateter urin
  • Spuit, intravenous catheter, benang jahit
  • Cairan antiseptik (iodophors atau chlorhexidine)
  • Partus set, terdiri dari klem arteri, gunting, gunting episiotomi, gunting tali pusat, klem tali pusat, spekulum, forsep
  • Kain bersih untuk bayi
  • Sanitary pads
  • Obat-obatan seperti oxytocin, ergometrin, misoprostol, magnesium sulfat, tetrasiklin 1% salep mata, cairan normal salin lengkap dengan infus set.

Selain peralatan untuk proses persalinan, juga perlu disiapkan peralatan untuk resusitasi bayi baru lahir, seperti laringoskop neonatus, sungkup oksigen neonatus, pipa endotrakeal dengan stylet dan konektor, epinefrin, spuit 1 cc dan 3 cc, pipa orogastrik, gunting plester, dan tabung oksigen.

Posisi

Pada kala I, kontraksi uterus akan dirasakan semakin sering dan kuat sehingga ibu hamil dapat dibiarkan di tempat tidur dengan posisi sesuai keinginan ibu agar merasa nyaman. Namun, dapat disarankan agar ibu berbaring miring ke kiri bila punggung janin ada di sebelah kiri.

Setelah pembukaan lengkap dan memasuki kala II, ibu sebaiknya berada di meja bersalin agar dapat diposisikan setengah duduk dan litotomi. Posisi ini dipertahankan hingga janin dan plasenta dilahirkan. Memasuki kala IV, ibu dapat berbaring kembali atau duduk untuk memulai inisiasi menyusu dini (IMD).

Prosedur

Prosedur asuhan persalinan normal berbeda pada setiap kala I hingga kala IV.

Prosedur Kala I

Kala I dimulai dengan kontraksi uterus dan dilatasi serviks, terbagi menjadi dua fase yaitu fase laten dan fase aktif. Fase laten adalah pembukaan serviks 1–3 cm dan berlangsung sekitar 8 jam, sedangkan fase aktif adalah pembukaan serviks 4–10 cm berlangsung sekitar 6 jam.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan pada kala I adalah:

  • Pemeriksaan tanda vital ibu, yaitu tekanan darah setiap 4 jam serta pemeriksaan kecepatan nadi dan suhu setiap 1 jam
  • Pemeriksaan kontraksi uterus setiap 30 menit
  • Pemeriksaan denyut jantung janin setiap 1 jam, pemeriksaan denyut jantung bayi yang dipengaruhi kontraksi uterus dapat dilakukan dengan prosedur cardiotocography (CTG)
  • Pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4 jam untuk menilai dilatasi serviks, penurunan kepala janin, dan warna cairan amnion

Terdapat beberapa tindakan yang dilakukan pada kala I tetapi kurang memberikan manfaat, sehingga tidak dilakukan secara rutin, yaitu pemasangan kateter urin dan prosedur enema. Ibu dilarang mengejan sebelum kala I selesai, karena dapat menyebabkan kelelahan dan ruptur serviks.

Prosedur Kala II

Kala II merupakan fase dari dilatasi serviks lengkap 10 cm hingga bayi lahir. Pada kala ini pasien dapat mulai mengejan sesuai instruksi penolong persalinan, yaitu mengejan bersamaan dengan kontraksi uterus. Proses fase ini normalnya berlangsung maksimal 2 jam pada primipara, dan maksimal 1 jam pada multipara.

Tindakan persalinan normal pada kala II adalah:

  • Persiapan melahirkan kepala bayi
  • Jaga perineum dengan cara menekannya menggunakan satu tangan yang dilapisi dengan kain kering dan bersih
  • Jaga kepala bayi dengan tangan sebelahnya agar keluar dalam posisi defleksi, bila perlu dilakukan episiotomi
  • Periksa apakah ada lilitan tali pusat pada leher, jika terdapat lilitan maka dicoba untuk melepaskannya melalui kepala janin, jika lilitan terlalu ketat maka klem dan potong tali pusat
  • Persiapan melahirkan bahu bayi setelah kepala bayi keluar dan terjadi putaran paksi luar
  • Posisikan kedua tangan biparietal atau di sisi kanan dan kiri kepala bayi
  • Gerakkan kepala secara perlahan ke arah bawah hingga bahu anterior tampak pada arkus pubis
  • Gerakkan kepala ke arah atas untuk melahirkan bahu posterior
  • Pindahkan tangan kanan ke arah perineum untuk menyanggah bayi bagian kepala, lengan, dan siku sebelah posterior, sedangkan tangan kiri memegang lengan dan siku sebelah anterior
  • Pindahkan tangan kiri menelusuri punggung dan bokong, dan kedua tungkai kaki saat dilahirkan

Saat proses melahirkan kala II ini, dilarang mendorong abdomen ibu karena dapat menyebabkan komplikasi ruptur uteri.

Prosedur Kala III

Kala III adalah setelah bayi lahir hingga plasenta keluar. Asuhan persalinan yang dilakukan adalah:

  • Periksa apakah ada bayi ke-2
  • Suntikkan oksitosin intramuskular pada lateral paha ibu, atau intravena bila sudah terpasang infus
  • Pasang klem tali pusat 3 cm dari umbilikus bayi, lalu tali pusat ditekan dan didorong ke arah distal atau ke sisi plasenta, dan pasang klem tali pusat ke-2 sekitar 2 cm dari klem pertama
  • Gunting tali pusat di antara kedua klem, hati-hati dengan perut bayi
  • Lalu bayi diberikan kepada petugas kesehatan lain yang merawat bayi, atau bayi segera diletakkan di dada ibu untuk inisiasi menyusu dini (IMD)
  • Lakukan peregangan tali pusat saat uterus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta
  • Cara peregangan tali pusat adalah satu tangan membawa klem ke arah bawah, sedangkan tangan lainnya memegang uterus sambil didorong ke arah dorso kranial
  • Jika tali pusat bertambah panjang maka pindahkan klem hingga jarak 5-10 cm dari vulva ibu, lakukan peregangan tali pusat berulang dengan perlahan hingga plasenta lahir spontan
    Jika dalam 30 menit plasenta tidak lahir spontan, atau terjadi retensio plasenta, maka lakukan manual plasenta

Saat proses melahirkan plasenta, dilarang menarik tali pusat terlalu keras karena dapat menyebabkan plasenta keluar tidak utuh. Plasenta yang keluar harus diperiksa apakah keluar utuh. Jaringan plasenta yang tertinggal di dalam uterus dapat menyebabkan komplikasi di masa nifas seperti infeksi postpartum atau perdarahan pervaginam.

Prosedur Kala IV

Kala IV adalah fase setelah plasenta lahir hingga 2 jam postpartum. Pada kala ini dilakukan penilaian perdarahan pervaginam, bila ditemukan robekan jalan lahir maka perlu dilakukan hecting. Setelah itu, tenaga medis harus menilai tanda-tanda vital ibu, memastikan kontraksi uterus baik, dan memastikan tidak terjadi perdarahan postpartum.

Selain itu, ibu sebaiknya dimotivasi untuk melakukan IMD dalam waktu minimal 1 jam setelah melahirkan. Setelah proses IMD selesai atau 1 jam setelah lahir, bayi akan diberikan suntikan vitamin K intramuskular di anterolateral paha kiri, dan 1 jam setelahnya diberikan imunisasi hepatitis B pada anterolateral paha kanan. Memandikan bayi selama 24 jam pertama sebaiknya dihindari untuk mencegah hipotermia.

Follow Up

Follow up persalinan normal dilakukan pada kala IV. Setelah proses melahirkan selesai perlu dilakukan pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan pervaginam. Observasi dilakukan setiap 15 menit pada 1 jam pertama, dan setiap 30 menit pada 1 jam kedua. Pemantauan lain yang dilakukan adalah tekanan darah, nadi, dan fungsi kandung kemih.

Pengukuran suhu dapat dilakukan setiap jam selama 2 jam pertama. Perhatikan tanda bahaya yang muncul pada ibu setelah melahirkan, seperti perdarahan pervaginam yang semakin banyak, tanda syok, tingkat kesadaran, perubahan pola napas seperti dispnea atau takipnea, demam, sefalgia dengan pandangan kabur, nyeri dada, gangguan urine, nyeri pada perineum disertai tanda infeksi, dan bau pada cairan vagina.

Perlu juga pemantauan tanda depresi postpartum yang dapat disertai dengan ide bunuh diri.

Sehubungan dengan hal semua diatas, maka kami dari MITRA DIKLAT bersama para Pakar dan Narasumber yang berkompeten akan mengadakan Pelatihan Khusus APN Bidan

Lebih lanjut terkait Pelatihan APN Bidan KLIK DISINI

 Pelatihan APN Bidan Pelatihan APN Bidan Pelatihan APN Bidan Pelatihan APN Bidan